12.9 C
New York
Selasa, April 28, 2026

Buy now

spot_img

Relokasi Pasar Tumpah Cikarang Hanya Memindahkan Kemacetan, Plt Bupati Bekasi Belum Temukan Solusi Jitu

 

CIKARANG –  Suara Cikarang.com

Kebijakan relokasi pedagang kaki lima atau “pasar tumpah” di kawasan Sentra Grosir Cikarang (SGC) kini menuai kritik tajam. Alih-alih menjadi solusi kemacetan menahun di jantung kota Cikarang, langkah ini dinilai warga hanya memindahkan titik keruwetan ke area sekitarnya.

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat kemacetan parah masih menghantui para pengguna jalan. Antrean kendaraan, mulai dari motor hingga truk besar, tampak terkunci di jalur utama.

Suara kekecewaan terdengar jelas dari para pengguna jalan yang melintas. Mereka mengeluhkan bahwa pemindahan pedagang tidak dibarengi dengan penataan parkir dan ketegasan aturan di lapangan.

Berita Lainnya  Silaturahmi Idulfitri, PT Persada Garda Nusa Tegaskan Komitmen Pelayanan Pengamanan

“Pasar dipindahin bukannya makin bener, malah makin macet. Parkirnya masih sama saja, di pinggir jalan juga,” keluh seorang warga dalam video tersebut. Kondisi ini membuat waktu tempuh masyarakat terbuang percuma di jalanan, padahal area tersebut merupakan urat nadi aktivitas ekonomi di Kabupaten Bekasi.

Kritik juga mengarah pada kepemimpinan di Kabupaten Bekasi. Hingga saat ini, Plt Bupati Bekasi beserta jajaran dinas terkait dianggap belum memberikan solusi terbaik yang bersifat jangka panjang. Relokasi yang dilakukan terkesan terburu-buru tanpa kajian dampak lalu lintas yang mendalam.

Berita Lainnya  SDN Karang Setia 03 Gelar Tes Kemampuan Akademik, Kepala Sekolah Imbau Orang Tua Tak Cemas

Persoalan utama yang belum tersentuh antara lain:

• Parkir Liar : Bahu jalan yang seharusnya bersih tetap dipenuhi kendaraan parkir.

• Volume Kendaraan : Kapasitas jalan yang tidak sebanding dengan arus kendaraan dari Jakarta menuju jalur Pantura.

• Kurangnya Personel : Minimnya petugas di titik-titik krusial saat jam sibuk.

Kekhawatiran masyarakat kini memuncak menjelang musim mudik. Jika di hari biasa saja kemacetan sudah sedemikian parah, jalur Cikarang diprediksi akan lumpuh total saat ribuan pemudik motor mulai memadati jalanan.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk tidak sekadar “bongkar-pasang” lokasi pedagang, tetapi juga menertajukan tata ruang transportasi yang komprehensif. Tanpa solusi tegas dari Plt Bupati, wajah Cikarang diprediksi akan tetap identik dengan kemacetan yang semrawut.

Berita Lainnya  Air Bersih Standar Kesehatan, Tirta Tarum Tawarkan Pasang Baru Murah dan Gratis Pasang Kembali

Reporter Tim suara Cikarang

Editor Enan ST

Bagikan Artikel

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles