Bekasi – Suara Cikarang.com
Sejumlah warga Desa Banjarsari mengeluhkan sikap Pemerintah Desa yang dinilai tidak peduli terhadap warga yang terdampak banjir. Hingga banjir merendam permukiman, warga mengaku belum mendapatkan perhatian maupun bantuan yang layak dari pihak desa
Keluhan warga terkait tidak adanya kepedulian dan penanganan serius dari Pemerintah Desa Banjarsari terhadap warga yang terdampak banjir.

Warga Desa Banjarsari yang terdampak banjir serta Ketua Umum FK SPB, Mamur Daeng.
Keluhan ini disampaikan warga saat banjir melanda wilayah Desa Banjarsari dalam beberapa hari terakhir.
Permukiman warga Desa Banjarsari, Kabupaten Bekasi
Warga menilai pemerintah desa lamban dan tidak responsif dalam menangani bencana banjir, baik dalam hal peninjauan lokasi, pendataan korban, maupun penyaluran bantuan.
Banjir yang terjadi menyebabkan rumah warga terendam air, aktivitas sehari-hari terganggu, serta sebagian warga harus mengungsi secara mandiri tanpa bantuan dari pemerintah desa.
Salah satu warga terdampak banjir yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa hingga saat ini belum terlihat adanya langkah nyata dari pihak desa.
“Kami sangat kecewa, banjir sudah masuk ke rumah-rumah warga tapi belum ada bantuan atau perhatian dari pemerintah desa. Seolah-olah kami dibiarkan menghadapi musibah ini sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum FK SPB, Mamur Daeng, turut menyoroti kondisi tersebut dan meminta pemerintah desa lebih peka terhadap penderitaan warga.
“Pemerintah desa seharusnya hadir di tengah masyarakat saat terjadi musibah. Jangan sampai warga merasa diabaikan. Kami meminta agar Pemdes Banjarsari segera turun langsung, mendata kerugian warga, dan memberikan bantuan yang dibutuhkan,” tegas Mamur Daeng.
Warga berharap Pemerintah Desa Banjarsari segera mengambil langkah cepat dan konkret dalam penanganan banjir serta memberikan perhatian serius agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat
Reporter Tim suara Cikarang Supriyadi




