Sultan Banten ke 18 Rtb Hendra Bambang Wisanggeni Menghadiri Deklarasi Forum Keberagaman Nusantara (FKN), akhirnya dilakukan di Kedaton Kesultanan Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), Senin (27/10/2025).
Deklarasi tersebut telah menyongsong 1 abad Indonesia dengan tema, merajut akar babgsa, membangkitkan rasa Nusantara untuk mewujudkan Indonesia emas.
Dalam Deklarasi FKN ini dihadiri langsung oleh mantan Wakil Presiden (Wapres) RI, K. H Ma’ruf Amin, yang juga sebagai Ketua Dewan pembina FKN Pusat, para Raja, Sultan dan ketua adat di berbagai daerah di Indonesia dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku Utara serta Forkopimda Kota Ternate.
Ketua Umum Forum Keberagaman Nusantara (FKN), Arif Rahmansyah Marbun Tuanku Alamsyah menyampaikan alasan deklarasi keberagaman nusantara dilaksanakan di Kedaton Kesultanan Ternate.
Deklarasi FKN di Kedaton Kesultanan Ternate, dihadiri langsung Ketua Dewan pembina FKN Pusat yang juga mantan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres) ke-13, K. H Ma’ruf Amin dengan peserta para Raja, Sultan dan ketua adat di berbagai daerah di Indonesia serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku Utara dan Kota Ternate.
Dirinya mengakui, alasan deklarasi FKN di Ternate ini karena Ternate banyak menyimpan jejak peradaban Nusantara.
Menurutnya, bangsa Indonesia adalah bangsa yang dikaruniai kekayaan alam, kekayaan keberagaman suku, etnis, agama dan budaya serta warisan leluhur yang bertransformasi menjadi bhineka tunggal ika.
“Keberagaman inilah, kita menjadi tumbuh subur dan bangsa yang besar dalam satu rumpun dari sabang sampai merauke. Sehingga ini dijaga dengan baik, agar tidak terpecah belah,” katanya.
Dirinya mengaku, perkumpulan dari seluruh Raja, Sultan dan ketua adat ini bentuk rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air Indonesia.
“Mari sama-sama kita menjunjung tinggi dan mengamalkan nila-nilai pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Supaya nilai-nilai itu hadir bukan hanya simbol, tapi hidup dalam kehidupan sehari-hari,”
Forum inipun bentuk memperkuat komitmen untuk menghargai perbedaan suku, etnis, budaya dan agama sebagai kekuatan bangsa Indonesia. Sebab keberagaman menjadi warna warni dalam Nusantara.
“Bukan perbedaan yang memecah, melainkan harmoni yang memperkuat persatuan,” akunya mengakhiri.
Sorotan
pengikut
Kesultanan Banten
Persatuan Trah Kesultanan Banten
Reporter Erwin
Editor Enan ST




