- Sukamurni – Suara Cikarang.com
Pengelolaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sukamurni tahun 2025 menjadi sorotan. Pada bulan Desember 2025, BUMDes diketahui memiliki modal sebesar Rp150 juta. Namun, di waktu yang sama, beredar informasi bahwa sekitar 300 ekor bebek milik unit usaha peternakan telah dijual.
Pertanyaan pun muncul dari sejumlah pihak terkait penggunaan anggaran bulan Desember 2025 tersebut serta hasil penjualan bebek yang diperkirakan mencapai ratusan ekor.
Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa transparansi laporan keuangan sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan dugaan di tengah masyarakat.
“Kami hanya ingin ada keterbukaan. Modal BUMDes bulan Desember 2025 disebut sebesar Rp150 juta, sementara sekitar 300 ekor bebek dijual. Lalu anggaran bulan Desember itu digunakan untuk apa saja, dan bagaimana rincian hasil penjualannya,” ujarnya.
Secara terpisah, pihak pengurus BUMDes Desa Sukamurni saat dikonfirmasi menyatakan Benar bahwa bebek saya jual untuk kebutuhan bayar utang pakan pangan karena selama ini bebek tidak bertelur sementara kebutuhan makanan pakan harus di bayar dan waktu itu kandang juga kebanjiran , termasuk penjualan ternak, merupakan bagian dari operasional dan akan dipertanggungjawabkan sesuai mekanisme administrasi yang berlaku.
“Semua transaksi tercatat dan ada laporannya. Kami siap memberikan penjelasan sesuai prosedur,” kata perwakilan pengurus BUMDes.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap adanya laporan terbuka terkait penggunaan modal Rp150 juta pada Desember 2025 serta hasil penjualan sekitar 300 ekor bebek guna menjaga kepercayaan dan akuntabilitas pengelolaan BUMDes Desa Sukamurni.
Reporter Tim suara Cikarang




