Kabupaten Bekasi– SuaraCikarang.com. Bentuk rasa syukur dan upaya melestarikan tradisi leluhur dan mempererat tali silaturahmi antara warga,dan Pemerintah Desa Kedung Waringin, Kecamatan KedungWaringin, Kabupaten Bekasi, menggelar kegiatan Hajat Bumi dengan menggelar kesenian wayang golek “ dalang Bubun subandara, dalang muda dari Karawang
Pagelaran kesenian wayang golek di gelar di halaman ketua Panitia Endang jamin kampung Kramat RT 018/ 006 Hadir dalam kegiatan, Kades’ Kedung Waringin
Hj.Tita Komala Spdi, beserta jajarannya memeriahkan acara Hajat bumi, turut hadir Kapolsek KedungWaringin AKP Muhammad Trisno SH MH, Koramil 13 Kedung Waringin, serta Muspika kecamatan yang mewakili, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan warga setempat, Pada Kamis (28/08–2025).
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kedung Waringin, mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas hasil panen dan rezeki yang diterima selama setahun terakhir, serta memohon keberkahan di masa mendatang. Dalam pelaksanaannya, Hajat Bumi diisi dengan pagelaran wayang golek yang menjadi hiburan rakyat dan sangat diminati warga setempat.
“Tradisi seperti ini harus tetap lestari dan kita jaga bersama. Saya sebagai kepala desa merasa bertanggung jawab agar nilai–nilai budaya seperti ini tetap hidup dan ditanamkan, terutama kepada kaum milenial,” ucapnya disela kegiatan
Lanjut Kades, KedungWaringin Hj Tita Komala Spdi, acara Hajat Bumi ini berlangsung penuh kehangatan dan menjadi ajang silaturahmi antar warga. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana hiburan rakyat yang dinanti setiap tahun habis Panen
“Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Di kampung Kramat desa’ Kedung Waringin membuktikan komitmennya dalam merawat tradisi, sembari memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan menikmati kekayaan budaya lokal yang tak ternilai”, tandasnya.
Antusiasme masyarakat tampak begitu tinggi. Warga dari berbagai dusun memadati lokasi kegiatan sejak sore hari. Mereka menyambut acara ini sebagai wujud penghormatan terhadap budaya dan warisan para leluhur yang tetap dijaga meski zaman terus berkembang.
“Ini sangat menarik dan saya acungi jempol buat ketua Panitia,Saya sebagai kepala desa sangat bangga karena di tengah kemajuan zaman, tradisi seperti ini tetap dijaga dan ditanamkan kepada masyarakat,” ungkap Hj. Tita Komala Spdi
Pungkasnya” Penulis: mandor Umpah
Editor redaksi




