Saksi Hidup Zaman Baju Karung 1942, Abah Hadi Berharap Perhatian Lebih dari Pemkab Bekasi
Bekasi Suara Cikarang.com
Abah Hadi, seorang lanjut usia yang tinggal di Kampung Pangasinan, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, menjadi saksi hidup masa kelam bangsa Indonesia. Ia mengaku pernah merasakan langsung kerasnya kehidupan pada tahun 1942, saat keterbatasan sandang memaksanya memakai baju dari karung goni.
“Tahun 1942 itu susah sekali. Pakaian susah, saya sampai pakai baju dari karung. Mau makan juga serba kekurangan,” tutur Abah Hadi mengenang masa penjajahan.
Kini, di usia senjanya, Abah Hadi hidup sederhana dan masih bergelut dengan keterbatasan ekonomi. Meski bersyukur telah menerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari BAZNAS Kabupaten Bekasi, ia berharap perhatian pemerintah tidak berhenti sampai di situ.
Abah Hadi menilai bantuan Rutilahu sangat berarti karena memberikan tempat tinggal yang lebih layak dan aman. Namun untuk kebutuhan hidup sehari-hari, ia masih membutuhkan dukungan berkelanjutan, terutama sebagai warga lanjut usia.
“Rumah sudah dibantu, saya bersyukur. Tapi untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, saya masih berharap ada perhatian dari pemerintah,” ujarnya lirih.
Abah Hadi berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya Dinas Sosial dan dinas terkait lainnya, dapat memberikan perhatian lebih kepada warga lansia seperti dirinya agar dapat menjalani hari-hari dengan lebih layak dan bermartabat.
Kisah hidup Abah Hadi menjadi pengingat bahwa masih ada saksi sejarah bangsa yang membutuhkan kehadiran negara secara nyata, bukan hanya sebagai simbol, tetapi melalui kepedulian yang berkelanjutan.
Reporter Tim suara Cikarang
Editor Enan ST




