Bekasi-Suarcikarang.com-
Sejumlah warga yang sedang melintas
di lokasi proyek pengaspalan yang baru selesai dikerjakan sengaja melihat dan menguji kualitas proyek pengaspalan yang baru selesai dikejakan di Desa mereka dengan cara mencoba mencongkel badan jalan dengan jari tangan. Ternyata mudah terkelupas dan spontan divideokan lalu diviralkan di medsos, Sabtu (13/12/2025).
Karena viral di medsos dan di salah satu group whatsapp, mencoba mencari dan menelusuri viral tersebut. Ternyata lokasi proyek pengaspalan di kp Kramat RT/20/19/18 di wilayah Dusun III, desa Kedung Waringin, kecamatan KedungWaringin kabupaten Bekasi,

Perwakilan warga yang enggan disebutkan namanya menyebutkan saat melintas di lokasi kegiatan merasa curiga proyek jalan, asal jadi sehingga mereka mencoba memeriksanya.
“Proyek pengaspalan itu terkesan dikerjakan asal-asalan, kami coba periksa dan mencongkel badan jalan yang baru diaspal dengan jari-jari tangan, langsung terkelupas semua. Kami videokanlah. Kami menduga pengaspalan itu tidak menggunakan pemadat sehingga mudah hancur dan terkelupas,” kata Warga yang Enggan disebutkan Namanya,
Selain itu mereka juga mengaku heran dan bertanya-tanya sumber dan nilai proyek itu sebab mereka mengaku tidak ada menemukan plang/papan proyek di lokasi Kegiatan, ketika awak media menanyakan terkait Papan Proyek, kata mandor Proyek dicabut dipindahkan kedepan, Pas diselusuri oleh awak media
Papan Proyek tersebut tidak ditemukan maka tidak heran jika masyarakat beranggapan Dengan tidak di pasangnya papan proyek tersebut adalah dengan tujuan untuk mengelabui masyarakat.
Sambil mengirimkan video dokumentasi proyek tersebut, Perwakilan warga meminta wartawan agar mempertanyakan sumber dan nilai pagu proyek itu, namun Papan Proyek tidak ditemukan, anggap aja Proyek tersebut
Proyek siluman warga juga meminta pihak dinas Perkimtan jangan menutup mata demi berbagi uang haram yang bisa merugikan rakyat ungkapnya, sementara itu Hasan salah seorang petinggi Relawan Rambo akan melaporkan hal buruknya proyek tersebut kepada pihak aparat penegak hukum dan bupati agar mencoret kontraktor nakal yang dinilai tidak bertanggung jawab atas mutu dan kwalitasnya.
Reporter media Suaracikarang: Mandor Umpah
Editor Enan ST




