8.6 C
New York
Rabu, April 22, 2026

Buy now

spot_img

Kegiatan Pembangunan Drainase Di Kampung Pulo puter Desa Srimahi Gabus Tambun Utara Tidak Mengikuti teknis 

 

Bekasi Suara Cikarang.com

Pelaksanaan pembangunan drainase di Kampung Pulo Puter, Dusun I Gang TPU, RT 004/001 Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi diduga tidak mengikuti teknis.

Pada Selasa (15/4/2025) saat pekerjaan berlangsung, saluran air tidak dikeringkan lebih dulu. Bahkan masih dalam keadaan banjir tanpa dilakukan pengerukan lumpur, pemasang batu ditancapkan ke dasar lumpur lalu diinjak-injak. Hal ini bisa menurunkan mutu pekerjaan, karena diduga kuat tidak adanya pondasi bawah. Juga tidak mengunakan cerucuk bambu sebagai penguat.

Pekerjaan asal jadi itu tergambar ketika tim media meminta izin mengambil gambar kepada salah satu pekerja yang berada di lokasi. Setelah mendapatkan bukti mengenai kegiatan tersebut, tim media melakukan wawancara kepada salah seorang pekerja.

Berita Lainnya  SDN Karang Setia 03 Gelar Tes Kemampuan Akademik, Kepala Sekolah Imbau Orang Tua Tak Cemas

Ia pun menjawab bahwa kepala tukang tidak ada di proyek tersebut. “Yang ada juga mandor, cuma nggak ada di sini, lagi di luar. Kalau masalah penggalian tanah mah digali bang, yah kalo masalah air ditambahin pake ember, nggak pakai mesin. Masang batu hanya dipendam karena masih banyak lumpurnya,” ucapnya.

Di tempat berbeda, Yusuf Supriyatna, selaku Kepala Koordinator Jabar DPP LSM SIRA Jawa Barat mengatakan, proyek yang dikerjakan CV Putra Gilbar Permata tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Ia mencontohkan, pembangunannya menggunakan batu berkualitas rendah serta pasir abu batu. Begitu juga adukan, diaduk menggunakan cangkul (manual) atau tidak menggunakan molen/mixser (site mix).

Berita Lainnya  MUSDES Tanjungbaru Tegaskan Supremasi Regulasi, BPD Didorong Berintegritas Tanpa Kompromi

Pemasangan batu pun dipendam ke dalam lumpur, termasuk tidak menggunakan cerucuk bambu. Selain itu para pekerja tidak dilengkapi APD. “Pekerjaan dikerjakan dalam keadaan banjir tanpa proses pengeringan terlebih dahulu. Pemasangan batu langsung dipendam begitu saja ke dalam lumpur, tidak ada sulingan dan tidak memakai cerucuk. “Begitu juga dengan pengawas dan konsultan tidak ada di lokasi. Bagaimana bisa mengawasi pekerja, sedangkan kegiatan dilakukan semaunya begitu saja,” ungkap Yusuf.

Yusuf mengemukakan, pembangunan menggunakan anggaran dari APBD Kabupaten Bekasi TA 2025 sebesar Rp804.605.800 tersebut seharusnya dikerjakan sesuai Rancangan Anggaran Belanja (RAB). “Seharusnya mutunya terjamin supaya kokoh, tahan lama serta bermanfaat bagi para petani,” katanya.

Berita Lainnya  Karangan Bunga Jadi Simbol Perlawanan, Masyarakat Dukung KPK Berantas Korupsi Bekasi

Ia berharap Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi (DPRKPP) mengevaluasi kegiatan tersebut, agar para kontraktor tidak mengerjakan semaunya sendiri.

Penulis Fajri

Editor Enan ST

Bagikan Artikel

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles