Cirebon Suara Cikarang.com
Tari topeng cirebon bukan sekedar pertunjukan seni tradisional yang memikat melalui warna,kostum, dan ragam geraknya. Di balik setiap langkah dan ekspresi topeng yang dikenakan penarinya, tersimpan pesan spiritual yang mendalam.
Melalui simbolisasi karakter topeng, kesenian ini memvisualisasikan perjalanan ruh manusia menuju kesempurnaan akhlak atau insan kamil.
Sebagai salah satu warisan budaya yang tumbuh di wilayah pesisir cirebon, tari topeng telah lama dipahami bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga tuntunan.
Tokoh Pengguron Tharekat Agama Islam, Pangeran Bagus Chandra Kusuma Ningrat, menegaskan bahwa struktur gerak dan filosofi dalam Tari topeng cirebon memiliki pengetahuan ajaran tarekat dalam ilmu tasawuf.
“Dalam perspektif tasawuf, manusia menjalani tahapan penyucian diri. Karakter Panji melambangkan kesucian awal, fitrah manusia yang bersih. Sementara kelana menggambarkan puncak gejolak nafsu dan angkara murka. Diantara keduanya adalah proses panjang pengendalian diri “ujar Pangeran Bagus.
Menurutnya, kelana bukan sekedar tokoh antagonis dalam pementasan, melainkan simbol dari nafsu amarah yang harus ditaklukan gerakannya tegas, penuh ledakan energi, dan dinamis.
Dalam khasanah tasawuf, perjalanan menuju insan kamil ditempuh melalui tahapan penyucian jiwa (Tazkiyatun nafs) nilai inilah yang menurut Pangeran Bagus diinterpretasikan dalam seni gerak tari topeng cirebon.
Karakter panji tampil dengan gerakan halus, lembut dan minim ekspresi ia melambangkan kesucian, karakter Samba dan Rumyang, gerak mulai dinamis menggambarkan fase pertumbuhan, ego dan pencarian jati diri. Karakter Tumenggung menghadirkan sikap tegas dan tanggung jawab, simbol kedewasaan. Hingga akhirnya timbul karakter Kelana, dengan topeng merah menyala gerak yang eksplosif, dan energi yang meluap.
Para leluhur cirebon telah menyisipkan ajaran dakwah melalui medium budaya. Pendekatan ini selaras dengan metode penyebaran islam di tanah jawa yang mengedepankan kearifan lokal dan simbol-simbol estetis.
Reporter Tim suara Cikarang Rachmat
Editor Enan ST




