Makam Raden Khairin Khaifa, Makam Leluhur Di Kabupaten Bekasi Yang Selalu Ramai Dikunjungi

  • Whatsapp
banner 468x60

Bekasi –  Kaya akan budaya leluhur, menjadi modal utama  Bangsa Indonesia untuk memperkuat rasa toleransi antar umat beragama demi utuhnya persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Salah satu budaya leluhur yang sampai saat ini masih dilestarikan adalah Makam Raden Khairin Khaifa Bin Pangeran Surya  atau Pangeran Demang Mangku Negara,  atau yang dikenal oleh warga setempat dengan nama Uyut Khaifa, yang tepatnya berlokasi di Kampung Pulo, Pisang Pulobambu Desa Karang anyar Kecamatan Karangbahagia, Kabupatrn Bekasi Jawa barat.

Mustopa tokoh masyarakat yang merupakan juru kunci dari makam Uyut Khaifa mengulas fakta sejarah yang ada membuktikan bahwa Kabupaten Bekasi ada sejarah yang melekat di warga masyarakatnya, dimana sejarahnya menurut para  orang tua dahulu pada zaman penjajahan Belanda di abad ke -1, ada tiga utusan dari Kerajaan Mataram ke Batavia yaitu Raden Jayakarta , yang singgah di Kaum Jatinegara, Raden Surya atau Raden Demang Mangkunegara yang singgah Ke Bekasi dan Raden Sugiri yang singgah di Bogor.

Lebih lanjut ia memaparkan, Raden Surya singgah bersama satu putranya yaitu Raden Khairin atau Uyut Khaifa yang saat ini makamnya banyak dikunjungi warga dari mana – mana untuk berziarah karena Raden Khairin di kenal orang suci yang membabat alas di Karangbahagia.

” sampai saat ini kami selaku warga dan masuk keturunan yang keenam yang merawat dan menjaga makam ini, sangat mengharapkan kepada Dinas Kebudayaan Kabupaten Bekasi untuk mengangkat ke permukaan peninggalan yang masuk ke situs Budaya di Kabupaten Bekasi,”ungkapnya.

” Karena di Karangbahagia cuma satu satunya peninggalan sejarah dan Makam R.Khairin dan R.Surya atau R.Demang Mangku negara yang saat ini sudah di kenal dan banyak di  kunjungi warga Bekasi maupun luar Bekasi,”tuturnya.

Di tempat yang sama Srimulyawan tokoh pemuda Karangbahagia mengatakan dirinya bersama yang lain akan membentuk satu paguyuban yaitu Paguyuban Keturunan Buyut Khaifah Cikarang ( PKBC). Dimana dengan adanya PKBC dapat memperat tali silaturahmi.

“setiap tahun rencananya akan di gelar acara sialuturahim akbar agar tidak kematian obor,”ucap Wawan.

Bekasi – Kaya akan budaya leluhur, menjadi modal utama Bangsa Indonesia untuk memperkuat rasa toleransi antar umat beragama demi utuhnya persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Salah satu budaya leluhur yang sampai saat ini masih dilestarikan adalah Makam Raden Khairin Khaifa Bin Pangeran Surya atau Pangeran Demang Mangku Negara, atau yang dikenal oleh warga setempat dengan nama Uyut Khaifa, yang tepatnya berlokasi di Kampung Pulo, Pisang Pulobambu Desa Karang anyar Kecamatan Karangbahagia, Kabupatrn Bekasi Jawa barat.

Mustopa tokoh masyarakat yang merupakan juru kunci dari makam Uyut Khaifa mengulas fakta sejarah yang ada membuktikan bahwa Kabupaten Bekasi ada sejarah yang melekat di warga masyarakatnya, dimana sejarahnya menurut para orang tua dahulu pada zaman penjajahan Belanda di abad ke -1, ada tiga utusan dari Kerajaan Mataram ke Batavia yaitu Raden Jayakarta , yang singgah di Kaum Jatinegara, Raden Surya atau Raden Demang Mangkunegara yang singgah Ke Bekasi dan Raden Sugiri yang singgah di Bogor.

Lebih lanjut ia memaparkan, Raden Surya singgah bersama satu putranya yaitu Raden Khairin atau Uyut Khaifa yang saat ini makamnya banyak dikunjungi warga dari mana – mana untuk berziarah karena Raden Khairin di kenal orang suci yang membabat alas di Karangbahagia.

” sampai saat ini kami selaku warga dan masuk keturunan yang keenam yang merawat dan menjaga makam ini, sangat mengharapkan kepada Dinas Kebudayaan Kabupaten Bekasi untuk mengangkat ke permukaan peninggalan yang masuk ke situs Budaya di Kabupaten Bekasi,”ungkapnya.

” Karena di Karangbahagia cuma satu satunya peninggalan sejarah dan Makam R.Khairin dan R.Surya atau R.Demang Mangku negara yang saat ini sudah di kenal dan banyak di kunjungi warga Bekasi maupun luar Bekasi,”tuturnya.

Di tempat yang sama Srimulyawan tokoh pemuda Karangbahagia mengatakan dirinya bersama yang lain akan membentuk satu paguyuban yaitu Paguyuban Keturunan Buyut Khaifah Cikarang ( PKBC). Dimana dengan adanya PKBC dapat memperat tali silaturahmi.

“setiap tahun rencananya akan di gelar acara sialuturahim akbar agar tidak kematian obor,”ucap Wawan. (SS/NN)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *