Kepala puskesmas Babelan 2 enggan keluarkan surat keterangan pasien covid 19 yang kini meninggal

  • Whatsapp
banner 468x60

Kepala puskesmas Babelan 2 enggan keluarkan surat keterangan pasien covid 19 yang kini meninggal

Bekasi -Suaracikarang-com

Mengutip dari Kemsos.go.id 24 Maret 2020 Mewakili Menteri Sosial RI Juliari P Batubara, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM) Asep Sasa Purnama menyampaikan mengenai santunan kematian bagi keluarga korban COVID-19.

Disampaikan oleh Dirjen PFM bahwa hal tersebut dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai bentuk pehatian dan bela sungkawa dari negara untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dikarenakan COVID-19 Kementerian Sosial memberikan santunan kematian kepada ahli waris sebagai bentuk perhatian dan bela sungkawa dari negara,” kata Dirjen PFM pada siaran live streaming yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Di kecamatan Babelan sendiri dari data sebaran covid 19 yang di keluarkan Pemkab Bekasi positif covid 19 berjumlah 13 orang
Di antaranya 1 orang meninggal, yang bernama ibu MS

Keluarga ibu MS warga’ Babelan kabupaten Bekasi berencana akan mengurus surat-surat kelengkapan administrasi yg di butuhkan oleh Kemensos agar ahli waris korban covid mendapatkan santunan dari pemerintah
Namun dalam hal mengurus surat-surat ada beberapa kendala, di antaranya membuat surat keterangan paien covid dari puskesmas setempat,

Kepala puskesmas Babelan 2 terkesan berbelit-belit ketika di mintakan surat keterangan pasien covid 19,
Keluarga ibu MS sangat kecewa atas pelayanan puskesmas Babelan 2, karna hingga kini surat keterangan yg kami minta tak juga di keluarkan oleh pihak puskesmas, padahal pasiennya sudah meninggal dunia, dari tes sweb pertama tanggal 04/09/2020
Hingga tes kedua pada tanggal 11/09/2020 tak juga di keluarkan oleh pihak puskesmas, hanya lisan saja katanya orang tua saya positif, dan tak selembar kertas pun di keluarkan oleh pihak puskesmas yg menerangkan bahwa orang tua kami positif covid 19, ujar Rahmat kesal kepada awak media,
Di tempat terpisah ketua LSM BENTENG BEKASI DPC Babelan, (Marsup) membenarkan saat dirinya hendak membantu keluarga almarhum untuk meminta surat keterangan dari kepala puskesmas Babelan 2, lewat pesan Wattsup, ibu Soraya memang terkesan berbelit-belit dan menyuruh saya meminta ke bagian surveilans yang saya ga ngerti surveilans itu apa, bahkan malah mengarahkan saya untuk meminta informasi nya ke bagian lab kesda, ujarnya,

Dan hal ini akan saya laporkan ke dinas kesehatan kabupaten Bekasi, dan bupati bekasi, agar yang bersangkutan di copot jabatannya dari kepala puskesmas Babelan 2 karna di anggap lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan publik ujar marsup melanjutkan,

(SS/Brei)
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *